Kegiatan selama Perkuliahan

Assalamu’alaikum wr.wb
     Hai perkenalkan nama saya Dinar lestari, biasa nya orang memanggil diri saya dengan sebutan Dinar. Saya lahir di Bandung pada tanggal 05 Oktober 2001. Kini, saya menginjak usia 19 tahun dan sekarang sedang duduk di bangku kuliah semester 3. Setelah perkenalan singkat dari saya, saya akan berbagi cerita tentang kegiatan saya selama kuliah di kampus STIEB PERDANA MANDIRI yang letak nya di kota Purwakarta.  
     Seiring waktu berjalan, tidak terasa 2 semester sudah dilalui dengan begitu cepat. Menyandang predikat mahasiswa adalah dambaan setiap orang termasuk saya, karena banyak orang yang tak seberuntung saya untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. Hal ini cukup memotivasi saya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dengan belajar lebih giat dan lulus tepat waktu. Saya menilai dunia perkuliahan itu tempat yang baik untuk kehidupan kita, antara lain untuk memuaskan dahaga akan pengetahuan bagi orang yang fakir ilmu seperti saya atau ingin meningkatkan status sosial ekonomi kelak di kemudian hari. 
     Sebelum saya dan keluarga saya tinggal di kota Purwakarta, kami lama tinggal di daerah kaki gunung Tangkuban Perahu tepatnya di daerah Lembang Bandung. Ada berbagai alasan orang tua yang akhirnya memutuskan kami pindah ke Purwakarta. Alasan saya melanjutkan pendidikan di STIEB PERDANA MANDIRI karena jurusan yang ada di kampus ini sesuai dengan minat saya yaitu Manajemen Bisnis. Selain itu jarak tempuh menuju kampus yang dekat dari rumah saya yaitu sekitar 10 menit menggunakan motor. Dikarenakan saya yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan kurang hafal dengan jalan disini, memaksa saya untuk mencari kampus yang dekat dari rumah untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. 
     Memasuki awal semester kuliah tidak ada kendala sama sekali dalam menjalani nya, karena kami kuliah tatap muka dengan sistem  perkuliahan yang terbagi  menjadi 2 sesi yaitu jam 07.30 dan 13.30. Jika saya masuk kuliah jam pagi biasanya saya berangkat dari rumah sekitar jam 07.00 pagi, setelah sampai di kampus saya dan teman-teman sering membicarakan hal-hal yang tidak penting untuk mengisi waktu kosong sampai jam perkuliahan dimulai. Di Sebuah kampus tentunya tidak terlepas dari elemen-elemen yang berada dalam ruang lingkupnya. Seperti mahasiswa/i, dosen, rektor beserta staf dan karyawan. Seorang mahasiswi seperti saya biasanya akan banyak berinteraksi dengan dosen dalam kegiatan belajar di kampus. Kadang kala saya harus menghadapi dosen yang killer atau pun dosen yang baik hati. Terlepas dari itu semua bagi saya dosen merupakan elemen terpenting dalam perguruan tinggi, mereka memiliki tanggung jawab yang besar atas terbangun nya generasi penerus bangsa yang terdidik. Maka dari itu, saya sangat menghormati keberadaan mereka. Pulang dari kampus biasanya saya tidak langsung pulang kerumah, saya biasanya pergi berkunjung ke kos an teman untuk bermain, bercerita, mengerjakan tugas ataupun membeli cemilan untuk dimakan bersama. Selama di kampus saya tidak terlalu aktif mengikuti kegiatan organisasi, pernah sekali saya masuk kegiatan organisasi Kopma atau Koperasi mahasiswa akan tetapi saya belum bisa membagi waktu dan akhirnya saya memutuskan keluar karena peran saya yang kurang aktif di organisasi tersebut. 
Rutinitas ini saya jalankan hingga memasuki pertengahan semester 2.
          Selanjutnya ada beberapa kendala yang terjadi saat virus covid-19 masuk ke Indonesia. Hal ini memaksa pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah pembatasan sosial berskala besar di setiap daerah. Masyarakat diharuskan diam dirumah selama psbb berjalan hingga waktu yang ditentukan. Kegiatan belajar pun harus dilakukan di rumah melalui sistem daring. Yang awalnya kita belajar secara tatap muka di kelas sekarang kita diharuskan belajar melalui grup panggilan video. Banyak aplikasi yang mendukung kegiatan daring ini mulai dari Zoom, Google meet, Classroom dan juga melalui WhatsApp. Hal ini membuat pembelajaran menjadi kurang efektif bagi saya karena menuntut saya untuk semakin pintar memanfaatkan teknologi dan memahami materi dengan pemahaman sendiri. Kita tidak bisa menyalahkan keadaan atau bahkan berhenti dan menyerah karena keadaan. Apapun yang terjadi pendidikan akan terus berjalan. Dibutuhkan kerjasama antara mahasiswa/i dengan Dosen untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif. 
     Sekian cerita singkat dari saya semoga apa yang saya ceritakan dapat bermanfaat untuk kalian. Tetap semangat semuanya ☺☺